Home » , » Diskusi : Mengapa Allah Kok Dikasih Nama Allah?

Diskusi : Mengapa Allah Kok Dikasih Nama Allah?

 
clip_image001
clip_image002
Kiriman 1
Anda menulispada 01 Agustus 2009 jam 22:51
Tuhanku adalah ALLAH... tapi mengapa ya.. Allah kok dikasih nama Allah....siapa yang mengasih......disururuh siapakah yang mengasih? dari nama apakah Nama ALLAH itu diambil?
Allah punya nama,.... bukan kah nama itu hanya sebutan ? bagaiman kalau menyebit Allah tidak pakai nama Allah dan Asmaul khusna.....
Apakah Allah sebelumnya itu sendirian dan kesepian kemudian menciptakan mahluk?
wah.... rupaya aku semakin bodoh soja.... mohon bantuanya dong....
clip_image003
Kiriman 2
1 balasan
Adfa Tegak Ramadhan menulispada 02 Agustus 2009 jam 7:07
kalo menurut akal ku , yg aku rasakan ...yaaa...duluan aku sih, baru allah ada, masalahnya saat aku dilahirkan, aku blum mengenal apa2, dan pada saat akal dan budiku mulai dapat berfungsi dng baik, aku baru ciptain suatu nama dalam pikiran dan hatiku, yg bisa ku agung2kan, dan yg kuanggap paling baik.
untuk mencari nama yg baikpun aku harus belajar dari orang2 disekitarku yg mereka anggap baik ,dan semua aku kembalikan pada diriku lagi.
kok jawabannya begitu ya?...hihihihi
clip_image004
Kiriman 3
1 balasan
Usman Hadi Wijaya membalas kiriman Andapada 02 Agustus 2009 jam 10:34
EMBUH......!!!!!!!!!!!!!
clip_image004[1]
Kiriman 4
Usman Hadi Wijaya membalas kiriman Adfapada 02 Agustus 2009 jam 10:35
.........EMBUH..........!?
clip_image005
Kiriman 5
Bagus Jati membalas kiriman Andapada 02 Agustus 2009 jam 19:04
itulah hebatnya akal pikiran manusia.
mas imron ini lucu merasa semakin bodoh kok punya pikiran seperti itu. walah mas maunya merendah tapi malah menaikkan mutu. kwkwkwkwk
clip_image006
Kiriman 6
1 balasan
Candiki Repantu menulispada 03 Agustus 2009 jam 5:51
Salam Mas Imron..
Memangnya Allah punya Ayah dan Ibu...?? Kalau punya berarti ayahnya atau Ibunya Allah yg kasi nama....Tapi siapa pula Nama Ayah dan Ibunya Allah...??
Maaf ya...saya gak kenal..jadi gak bisa kasi tau
Siapa yg pernah kenalan sama Allah..??
clip_image007
Kiriman 7
MasTo Hebat menulispada 03 Agustus 2009 jam 6:37
faktor bahasa dan budaya daerah setempat kayaknya..
clip_image008
Kiriman 8
Zainal Abidin A menulispada 03 Agustus 2009 jam 20:52
nama itu kan untuk menunjukan sesuatu bisa berupa benda, tindakan, sifat dsb...yang menamai Tuhan itu ALLAH yaaa..orang yang pertama kali mengenal DIA...ya kita tanya aja sama orang itu..he..he..kenapa kok dinamai ALLAH..?..aah nama mah gak usah dipermasalahkan..toh Tuhan juga gak marah kok kalau gak dipanggil ALLAH..selera kita aja..yang penting nama itu yang bisa "MERESAP" dalam sanubari kita aja iya to?
clip_image009
Kiriman 9
1 balasan
Dani Suryanata menulispada 03 Agustus 2009 jam 21:44
Bebas ........., klo aq mah bilangnya...... zat ku sendiri....... yang telah menjadikan aku, khan kita terbentuk dari zat yang akan terurai dan kembali lagi menjadi zat....... namun ada satu unsur atau zat yang abadi yang tidak dibuat tapi ditiupkan (dongengnya seh geto) zat yang kosong tidak terasa apa-apa dan tidak kelihatan apa-apa............apakah namanya silahkan namai sendiri............
clip_image006[1]
Kiriman 10
Candiki Repantu menulispada 04 Agustus 2009 jam 4:31
Namanya Allah....Dia buat Nama-Nya sendiri...yg gak percaya tanya aja sama Allah...ntar dijelasin-Nya...
clip_image010
Kiriman 11
1 balasan
Dean Novriadi membalas kiriman Andapada 04 Agustus 2009 jam 5:55
@ MAS IMRON :....KALO GITU SIAPA DONGSSSSSS.......YANG PERTAMA-TAMA KALI MENYEBUT KATA-KATA.... ALLAH.... ITU....
clip_image008[1]
Kiriman 12
Zainal Abidin A menulispada 05 Agustus 2009 jam 22:41
hayooo siapa..hi..hi..hi
clip_image002[1]
Kiriman 13
1 balasan
Anda membalas kiriman Deanpada 06 Agustus 2009 jam 16:05
Aku Imron dalam bodohku mencoba menafsirkan Allah dengan hatiku karena hatiku yakin bahwa " IKHLAS adalah sebagai pikiran dan hati Allah, hingga syetan dan iblis telah berkata dalam hatiku... mengapa hai imron kamu menyembah dan mencintai Allah, padahal ALLAH itu telah menipumu dengan kebesaran namanya Allah padahal Allah itu adalah Aku (syetan) yang memberi nama Allah. Bukankah kau tidak pernah melihat Allah tetapi hanya sekedar tahu (hehehehehhe... kayak lagunya REPUBLIK=hanya sekedar ingin tahu) nama Allah. maka seketika itu hatiku mengucapkan BASMALAH dengan ikhlas. Maka hancur sirnalah syetan dalam bisikan hatiku untuk selingkuh pada Allah.
jadi Nama Allah itu lahir dari BASMALAH.
BI = Dengan
BISMI = Dengan Nama
BISMILLAH = Dengan Nama Allah
jadi yang pertama menyebut nama Allah adalah ayat BASMALAH, maka siapa saja yang mengucapkan BASMALAH di dalam segala tindakan dan perbuatanya dengan ikhlas dialah orang yang pertama menyebut kata ALLAH
sedang yang memberi nama ALLAH adalah hati dan pikiran ALLAH itu sendiri, sehingga Allah berfiirman dalam surat Al-Fatihah lahirlah nama ALLAH.Surat Alfatihah lahir dan diucapkan oleh Muhammad Rosulullah SAW, jadi nabi besar Muhammad Rosulullah SAW lah yang memberi nama ALLAH untuk yang kesekian kalinya. setelah jabur, taurat dan injil. Padalah nabi dan manusia yang pertama Adam, pada saat itu Adam juga menyebut nama ALLAH sebagai tuhannya.
clip_image002[2]
Kiriman 14
Anda menulispada 06 Agustus 2009 jam 16:21
ini masih orang yang pertama menyebut nama Allah, padahal masalahku adalah mengapa ALLAH kok dikasih nama ALLAH ada apa dengan kata ALLAH kok dipakai nama tuhanku ALLAH.
Saat ini aku hanya bisa menjawabnya dengan hatiku yang IKHLAS mengapa ALLAH dikasih nama ALLAH ternyata jawabannya karena kata ALLAH adalah kata -kata pilihan dari segala bahasa yang tidak memiliki cacat setitikpun baik secara terminologi maupun gramatikal.
kata ALLAH adalah adalah kata yang memiliki makna IKHLAS karena ikhlas pada esensinya adalah pikiran dan hati ALLAH, makna ikhlas adalah bukan makna secara gramatikal, leksikal dan terminologi tetapi adalah makna dalam bahasa hati. Bahasa hati adalah IKHLAS sedang hati adalah istana ALLAH dalam diri manusia, maka ikhlas lah yang memberi nama ALLAH karena kata ALLAH itu telah memilki makna ikhlas.
maaf... ini adalah penafsiranku dari dan setelah membaca dengan lisan , hati, pikiran dan mendengar cerita dari para hafid yaitu orang yang hafal Al-Quran.
maaf... ini hanya sulukku yang jauh dari sempurna...
clip_image002[3]
Kiriman 15
1 balasan
Anda membalas kiriman Candikipada 06 Agustus 2009 jam 16:31
heheheheh... sekedar anekdot aja yaaa.... mas...
menurutku ayahNya ALLAH adalah pikiran ALLAH, sedang ibunya ALLAH adalah HatiNya ALLAH, sedang yang menciptakan ALLAH serta bapak dan ibunya adalah ILMUNYA ALLAH itu yaitu ILMU IKHLAS....
maaf... ini adalah bahasa suluk dalam hati yang dapat kami anekdotkan dalam bahasa manusia, kebetulan bahasa indonesia yang masih lemah dari sempurna untuk mengucapkan bahasa hati, maka aku pakai istilah ANEKDOT SAJA.... HEHEHEHEHHEE... SALAM IKHLAS buat mas Candiki
clip_image002[4]
Kiriman 16
1 balasan
Anda membalas kiriman Usmanpada 06 Agustus 2009 jam 16:34
hehehehhe... semoga cepet SEMBUH dari EMBUH... hehehehhe... salam IKHLAS selalu dalam hati Mas... semoga ketemu via darat
clip_image011
Kiriman 17
Dimas Dian Sukmono membalas kiriman Andapada 06 Agustus 2009 jam 21:37
hi...hi...
lucu juga nich.....
Mas imron nanya...tapi di jawab sendiri secara rinci oleh mas imron ??
sbenarnya jawaban nya apa sich MAs Imron ??di buka aje langsung..
clip_image005[1]
Kiriman 18
Bagus Jati membalas kiriman Andapada 06 Agustus 2009 jam 22:53
maaf mas. yang dimaksud Adam itu nabi adam as atau istilah adam. ada yang cerita semua nabi itu berguru pada Nabi Khidir as. jadi yang pertama itu siapa. yang jelas yang Haidir dululah.
clip_image008[2]
Kiriman 19
Zainal Abidin A menulispada 06 Agustus 2009 jam 23:20
..Wah..wah..wah..jangan2 Nabi Khidr malaikat Jibril yang lagi nyamar jadi manusia tuh..he..he..
clip_image011[1]
Kiriman 20
Dimas Dian Sukmono menulispada 07 Agustus 2009 jam 0:30
he..he...iya kalee ye...nyamarne ke mas zaainal hio..hi
clip_image006[2]
Kiriman 21
Candiki Repantu membalas kiriman Andapada 07 Agustus 2009 jam 5:18
Bismihi Ta'ala...
@Salam Mas Imron...
Bagus juga tuh penafsiran mas Imron.....tapi ntar nyambung lagi mas...Kakek dan nenek-Nya siapa yah..., mbah Buyutnya siap ya...??? bidan-NYa siapa...??? hi..hi..hi...salam anekdot mas..
Pd prinsipnya ada dua hal yg perlu diperhatikan yaitu antara "Nama" dan "Yang Dinamai".....Ada sedikit perbedan antara Allah dan makhluk..., jika makhluk memiliki "nama", maka nama tersebut berbeda dgn yg dinamai, sedangkan pd Tuhan, "nama-Nya" adalah sama dgn "YG Dinamai"...karena itu...Allah adalah "Nama sekaligus yang dinamai"... karenanya memanggil nama Allah sama dengan memanggil Allah itu sendiri. Sebab itu, memang kita harus mengikhlaskan semuanya..."Tiada Allah selain Allah".
Tahap Keikhlasan tersebut setidaknya 3 tahapan yaitu :
1. Tahap karena....menjadikan seluruh aktivitas dikarenakan perintah Allah (menghindarkan riya karena menyembah selain Allah dan diri kita, tahap mulai penyembahan)
2. Tahap untuk.....menjadikan seluruh aktivitas untuk Allah (menghindarkan syirik dgn menyembah diri sendiri, tahap 'berjalan' menuju TUhan dlm penyembahan)
3. Tahap milik.....menjadikan seluruh aktivitas milik Allah (sirnalah semua kepemilikan kita, egoisme, semuanya hanya Allah, tahap satunya dgn TUhan)
Semoga kita mampu mejadi ikhlas dan Semoga menjadi salik yg baik....
wallahu a'lam
clip_image012
Kiriman 22
Arya Ridma membalas kiriman Andapada 07 Agustus 2009 jam 7:14
so'alnya kalo namanya Juned tar sama kaya tetangga w dunk...huahahhahahha.............
clip_image013
Kiriman 23
1 balasan
Kaffa Billaah Billaah menulispada 09 Agustus 2009 jam 11:05
Ilmu harus sampai pada amal.........
pemahaman haruslah sampai pd pembuktian.......
clip_image014
Kiriman 24
1 balasan
Bagus Novianto membalas kiriman Andapada 10 Agustus 2009 jam 2:52
setahuKU nama Allah menunjukan seluruh atau segala atas sesuatu....
clip_image002[5]
Kiriman 25
Anda membalas kiriman Dimas Dianpada 10 Agustus 2009 jam 17:04
hehehee... itu bukan jawabannya... tetapi masih buah dari pikiranku, bukan dari SULUK yang aku dapatkan... semoga ada SALIK yang telah menemukan dalam suluknya... amin
clip_image005[2]
Kiriman 26
Bagus Jati membalas kiriman Kaffa Billaahpada 11 Agustus 2009 jam 0:45
sip, mas kaffa.
clip_image014[1]
Kiriman 27
Bagus Novianto membalas kiriman Baguspada 11 Agustus 2009 jam 21:21
segala atas sesuatunya,sesuatu atas segalanya..
clip_image015
Kiriman 28
Bang Jep Bendo' membalas kiriman Andapada 17 Agustus 2009 jam 12:46
kalo boleh tau yg berbicara ini siapa??dri mana,tuk apa dan mau kemna??ada 3 kategori org btax.1.memang tau.2.menguji dan membandingkan.3.memang tdk tau.dan sy rasa mas ada pada kategori yg ke2.sebelum ayah dan ibu mas menikah,mas ada dimana????
clip_image015[1]
Kiriman 29
Bang Jep Bendo' membalas kiriman Danipada 17 Agustus 2009 jam 12:57
wah betul lagi nich..sepakat massss.mending ngga usah ngomong aja.lbh enakan main ma diri sendiri.
clip_image010[1]
Kiriman 30
Dean Novriadi menulispada 17 Agustus 2009 jam 23:41
KURUNGAN AYAM.....
KURUNGAN AYAM......
KURUNGAN AYAM.....
TANGGA ...
KEMOCENG....juga ada
Kiriman 31
1 balasan
Rino Martin menulispada 19 Agustus 2009 jam 10:35
FA ALLU LIMA YURID..ALLAH berbuat sekehendakNYA tanpa harus ijin atopun menjelaskan perbuataNYA..ALLAH AS-SHOMAD semua bergantung padaNYA bukan sebaliknya..ati2 jangan main2 dgn nama.. orang aja bisa tersinggung,klo namaNYA saja tidak bisa di hormati bohongkan klo bisa menghormati yg punya nama..
clip_image001[1]
Kiriman 32
Rino Martin membalas kiriman Rinopada 19 Agustus 2009 jam 12:22
oya lupa 1 lagi,yuk kita belajar ngaji lagi krn di AL-QUR'AN di bilang kenapa namaNYA ALLAH..ayuh sodara2 kita ngaji lagi demi ALLAH ok???
clip_image016
Kiriman 33
Saiful Anwar menulispada 22 Agustus 2009 jam 1:40
mengapa kalian memiliki nama, apa arti sebuah nama,.???
( jawaban dari pertanyaan )
clip_image006[3]
Kiriman 34
Candiki Repantu menulispada 23 Agustus 2009 jam 10:46
Tanpa nama kita tak berarti....
clip_image017
Kiriman 35
1 balasan
Indonesia Bangkit menulispada 23 Agustus 2009 jam 12:16
Betul semua...saking betulnya sampai lupa pada Adab Keadaan Diri.
Allah : Menerangkan Keadaan Wujud Diri yang tertinggi....
Terserah mau diberi Nama apa asalkan dasarnya benar2 tau(HAQUL YAKIN) mengenai Wujud diri yang paling tinggi...dengan berbagai ciri-cirinya untuk mencapai hal tsbt.
Sebutan Allah sendiri dpakai untuk menghargai pendahulu2 kita yang memakai nama tersebut salah satunya sebagai bahasa persatuan.
Kendalikan akal jika ingin membahas tentang keIlahian....wassalam.
clip_image018
Kiriman 36
Lutfi Fajri menulispada 23 Agustus 2009 jam 21:31
APAKAH ARTINYA SEBUAH NAMA...???nama tidak akan ada artinya bila hati dan pikiran kita tidak tertuju yang disebut oleh lesan....ibarat lesan menyebut SAPI tapi yg ada dalam hati dan pikiran adlah AYAM...Apakah benar sapi adalah sosok hewan yg dimaksud yaitu berkaki 4 atow hewan berkaki 2 yg ada dlm pikirannya dan benaknya...
clip_image018[1]
Kiriman 37
Lutfi Fajri menulispada 23 Agustus 2009 jam 21:40
Untukku sama saja Allah.... Sang Hyang widi...sang hyang manon....sang hyang jagat.. atow apalah... yang penting esensi,maksud,tujuan,pikiran,hati,ruh,sirr tertuju hanya pada satu... yaitu sang maha tunggal tuhan penguasa jagad raya....
jadi apalah arti sebuah nama..?? hanyalah sarana untuk lebih mempermudah mengingatNYA...
ibarat orang tua memberi nama pada anak2nya scara berlainan karena utk lbh mempermudah mengingat anak2nya....
sekarang ada sebutan ALIAS???? jono alias panjul alias budi alias sastro alias paijo... tapi kalo yang dimaksud dalam hati dan pikirannya nama2 tsbt adlah satu orang ya tetap aja satu orang tersebut yg dimaksud...
clip_image019
Kiriman 38
Pudyo Satriyo Utomo menulispada 24 Agustus 2009 jam 0:07
qwerty
clip_image002[6]
Kiriman 39
Anda membalas kiriman Indonesiapada 26 Agustus 2009 jam 19:17
Memang betul nama Alllah dipakai adalah untukmenghormati pendahulu kita yang telah menyebut dan menggunakan nama Allah bahkan dalam Al_quran, injil, Taurat dan jabur pun menggunakan nama Allah untuk menyebut TuhanNya.
Tapi mengapa semua menyebut nama Allah bahkan nabi adam pun juga menyebut TuhanNya juga dengan nama Allah, aku pernah baca risalah ini pada risalah nabi Musa dan Khidir, karena ini adalah risalah nabi yang cerdas dan pintar dalam mengotak-atik akal pikiran hingga pikiran itu pada titik kesempurnaan Tuhan.
Dalam satu risalahnya disebutkan tentang penyebutan nama Allah mengapa disebut dan dikasih nama Allah? disinilah risalah yang aku pelajari, karena ini pertanyaan nabi musa akan tuhannya pada nabi Khidir. saat itu dengan nabi Khidir pertanyaan nabi Musa ini telah dijawab, tapi jawaban dalam risalah tersebut belum lengkap.
clip_image020
Kiriman 40
Arif Abadi menulispada 26 Agustus 2009 jam 21:06
Siapapun, adakah yang tahu Zat Allah (realitanya)? ... Allah yang menurut saudara pahami tentu berbeda dengan Allah yang realita (tidak ada sesuatupun serupa denganNya) ... karenanya otak/akal tak ada sarana untuk menjangkaunya ...
Tak terima? ... adakah yang bisa menggambarkan seperti apa Al Khabir, Al Zahir itu dll? disinilah perlu ada kesadaran akan keterbatasan ... semua masih sebatas opini ... hue hehe padahal itu baru nama2Nya, belum sifat2Nya dan belum lagi ZatNya
Pertanyaan : mengapa Allah dikasih nama Allah?.. bukan untuk konsumsi otak manusia, seperti mjisalnya pertanyaan sbb. Bila Allah maha Kuasa, kuasakah Allah menciptakan sesuatu yang kekal?
atau misalnya lagi kalau Allah maha Sempurna mengapa Allah berkehendak?
dan siapapun yang jawab pasti blunder ... !!!!!!!!!!!!!!!!
clip_image021
Kiriman 41
Yuswi Rangga menulispada 07 September 2009 jam 21:41
Setau saya .....Nama "ALLAH" itu sendiri memiliki makna Rahasia yg sangat luar biasa.....Telah dikatakan bahwa ALLAH adalah Nama bagi ZAT WAJIBAL MUTLAK....Tentunya DIA tidak asal pakai NAMA.......Itu Semua ada RahasiaNYA....... Sungguh Beruntung Orang 2x yg diberi Hidayah Makrifah OlehNYA
clip_image022
Kiriman 42
Jainal Valent- Rose menulispada 07 September 2009 jam 22:16
salam hangat ikutan lagi yah..
saya sempat tertawa karena teman2 ternyata lucu bin kocak..
mengenai sebutan nama Tuhan atau yang kita puja yaitu Allah, mungkin kita harus banyak baca buku atau literatur tentang sejarah munculnya Islam secara ilmiah, bukan buku agama, ada beberapa literatur dari barat juga yang menceritakan tentang sejarah lahirnya agama Islam, dan sebenarnya kalau di cermati kata ALLAH adalah dari kosakata bahasa Arab, yang berarti tentang yang di sembah atau yang di junjung (itu kata teman saya yg dari bagdhad) sama seperti kata Tuhan yang berakar dari tuan, atau yang di hormati, semuanya terjadi karena evolusi pikiran dan perkataan, kalau mau mencermati dengan hati yg damai, jauh sebelum AlQuran di rumuskan , begitu jg Hadis, orang2 Arab sudah mempunyai kosakata yg menyebutkan tentang yg di sembah atau yg di puja, di hormati, dan di junjung tinggi..
saya tidak mau berkata lebih jauh nanti saya malah di bilang sok tau lagi ..
tapi saya juga menyukai buku2 sejarah untuk nambah wawasan, jadi saya ndak perlu bersalto pikiran nanti malah jadi caaapppeee dehhhh....hehehe
salam hangat buat teman2 semua...
clip_image006[4]
Kiriman 43
Candiki Repantu menulispada 08 September 2009 jam 2:05
Nama Tuhan atau Allah sama apa tidak dengan Yang dinamai...??
clip_image022[1]
Kiriman 44
Jainal Valent- Rose menulispada 08 September 2009 jam 3:18
Mas Candiki yang saya kagumi,
salam hangat,
saya tidak bisa menjawab pertanyaan mas, tapi mursyid saya selalu berkata Allah tidak bisa di jangkau dengan keterbatasan fisik manusia . apalagi dengan indra yang kita punya. akan tetapi bentuk atau inisial atau nama merupakan alat bantu buat indra kita untuk tetap bisa mengingat apa yg menjadi titik fokus manusia.sehingga kesadaran dalam diri manusia tetap bisa terjaga, di agama hindu maupun Budha tidak di temukan nama yg tepat buat Tuhan, karena memang Tuhan itu tak terjangkau dengan indra manusia , di ajaran kejawen kuno selalu saya dengar istilah Gusti Pengeran, atau Gusti Alloh, jadi saya pribadi hanya bisa mengatakan buat saya sendiri, bahwa bagi saya Yang MAHA BESAR, MAHA BENAR itu sungguh amatlah Super MAHA. demikian mas Candiki yang saya hormati, mohon maaf kalau saya salah, anggaplah pemahaman saya yang keliru ini hanya saya saja.
Salam Hangat dan Cinta....
clip_image023
Kiriman 45
'Irwan Mahpoel' (Singapore) menulispada 08 September 2009 jam 4:01
salam, bagi saya sama saja. Dia yg menamai dan Dia yg dinamai. selagi masih berhuruf nama Allah, masih bersifat baru. Sebelum ada yang bernama Allah, pasti ada yang menamainya.tetapi mengenal Dia itu sebenarnya tidak mengenal. Dia tidak terjangkau. yang mengenal sama dengan yang dikenal. nama2 jugak mengaku essensi ketuhanannya. sama seperti yg lainnya; zat, sifat dan af'al. semua diakui ketuhanannya. ayuh kita menunggalkan nama2 itu sehingga tiada lagi nama2. tiada huruf, tiada rupa dan tiada suara.
clip_image023[1]
Kiriman 46
'Irwan Mahpoel' (Singapore) menulispada 08 September 2009 jam 4:05
Saudara Yuswi Rannga:
ALLAH -
Alif Lam Lam Ha - Zat Sifat Asma' Af'al - Syari'at Toriqat Hakikat Ma'rifat
Tiada rahsianya. sebenar-benar RAHSIA itu tiada diketahui.
wallahua'lam
clip_image006[5]
Kiriman 47
Candiki Repantu menulispada 08 September 2009 jam 4:37
@Salam Mas Jainal....
Mantap tuh penjelasan sang mursyid kepada sang murid......
Kita memang sering bermain dengan simbol utnk mengenal yang disimboli.....bukankahkah kita sulit untuk membuat "titik" yang bebas dari keliling sehingga jadi lingkaran...bukankah kita sulit melukiskan "garis" yang bebas dari panjang dan lebar (cirri jajaran genjang).....
Bukankah kita menyimbolkan nama satu dengan tulisan 1, padahal satu itu juga bukanlah 1...
"Tuhan tidak terjangkau dengan keterbatasan akal.... tetapi disaat yang sama.... Tuhan tidak membatasi akal untuk menjangkaunya"...tentunya sesuai dengan kemampuan masing2.
wallahu a'lam
clip_image024
Kiriman 48
Anang Sa menulispada 08 September 2009 jam 6:16
Ass..rahayu....
ikut nimbrung nich....
Sejarah dari para pendahulu menerangkan bahwa awal adanya manusia adalh di tanah swargaloka ya bumi jawa (bukan maksud meninggikan suku jawa, tapi memang begitlah sejarah sebenarnya).makanya semua manusia yang ada di dunia ini adalah pecahan dari jawa ini. sejrah nama tuhan allah sebenarnya juga tidak terlepas dari sini. allah (dibaca A) ada sebelum agama islam ada, bahkan kristenpun memakai nama Allah.
Nama adalah melambangkan sifat, sifat melambangkan dzat, kata Allah sendiri muncul atau dibuat oleh para pendahulu kita untuk mengekspresikan atau mewakili sifat tuhan sendiri.
Allah bersal dari kosakata jawa yang artinya mampu/kuasa/mudah . contohnya begini..karena mengangkat ringan suatu benda biasa orang jawa mengatakan..oo..allah entheng wae to..artinya o..allah ringan aja ya., begitulh asal dan muasalnya. dan sebagai bukti lagi bahwa kata allah ini berasal dari jawa, tak ada satupun bahsa didunia ini yang bisa menerangkan kata Allah selain bahsa jawa .bahasa adalah konsonan kehidupan.
demikian sedikit smoga bisa membantu rekan2 semua..
salam persaudaraan semua...
wasssalam...rahayu...
santriloka www.santriloka.net
clip_image024[1]
Kiriman 49
Anang Sa menulispada 08 September 2009 jam 6:20
Bagi rekanrekan yang pengen tahu dan kenal dengan Allah, silakn menghubungi kami di Santriloka, www.santriloka.net atau langsung berkunjung ke tempat kami di kranggan mojokerto untuk memperdalam hakekat diri, tuhan dan alam tentunya.
clip_image022[2]
Kiriman 50
Jainal Valent- Rose menulispada 08 September 2009 jam 6:30
salam buat teman2 yang tingkat rohani nya sangat tinggi,
saya merasa lega , karena saya khawatir pemahaman yg saya miliki bersinggungan dengan teman2 semua, alhamdullilah ternyata yang di group ini memiliki visi dan pemahaman yang yang sudah dapat di rasakan sama.
Buat mas Anang, saya boleh tahu apakah tempatnya berbentuk pesanggrahan atau kah pondok.
salam hangat dan cinta..
clip_image024[2]
Kiriman 51
Anang Sa menulispada 08 September 2009 jam 6:34
ya...semacam pesanggrahan mas...silakn nanti kalu mau tanya apapun dengan senang kami terbuka untuk siapa saja.
clip_image002[7]
Kiriman 52
Anda menulispada 13 September 2009 jam 16:45
@ Mas Arif yang Arif :
Pertanyaan : mengapa Allah dikasih nama Allah?.. bukan untuk konsumsi otak manusia, seperti mjisalnya pertanyaan sbb. Bila Allah maha Kuasa, kuasakah Allah menciptakan sesuatu yang kekal?
atau misalnya lagi kalau Allah maha Sempurna mengapa Allah berkehendak?
=======
Benar sekali apa yang dikatakan mas Arif bahwa pertanyaan ini bukan konsumsi otak manusia, tetapi kebenaran ini berlaku bagi para manusi yang memiliki otak tidak mampu untuk membahas hal ini. karena mereka akan semakin bingung, tetapi bagi otak yang tidak mampu itulah justru dilatih untuk mampu berfikir, bukan berarti kita sombong pada Allah. ingat bahwa hal-hal yang membatasi otak manusia untuk berfikir adalah merupakan pembunuhan karakter bagi orang muslim dan mukmin untuk explorasi pikirannya dalam mengembangkan karakter kemusliman dan kemukminannya yang sebenarnya tidak terbatas oleh apapun.
Saya katakan bahwa Allah menciptakan otak dan pikiran manusia itu tidak terbatas dan tidak memiliki kelemahan. apabila ada kelemahan sebenarnya itu adalah kekuatan otak dan pikiran kita yang masih tersembunyi untuk dijadikan sebagai kekuatan otak untuk berfikir... hal inilah yang sebenarnya disukai oleh Allah, tetapi bukan kesombongan dan juga bukan timbul dari pikiran yang bersifat riya', ujub dan sum'ah dalam explorasi pikirannya.
Hal ini jelas sekali sebagaimana diharamkan atas segala sesuatu oleh Allah di dunia ini sebagaiman yang diajarkan oleh Rosulullah dan tertuang didalam ajaran Al-Quran, sebenarnya itu hanyalah merupakan pembatas bagi pikiran-pikiran manusia yang terbatas untuk berfikir dan bersyukur atas nikmat dari Allah. yang pada hakekatnya pembatas halal dan haram itu tidak ada sebenarnya bagi manusia kalau manusia itu tidak melakukan dan tidak pernah terpikirkan akan melakukan perbuatannya itu haram atau halal, tetapi semua perbuatan itu dialakukan karena semata-mata hanya 100% karena Allah. disinilah hukum pikiran itu sebenarnya tidak terbatas. dan hal inilah yang saya kataka bahwa halal dan haram itu hanya pembatas saja bagi para manusia yang memiliki pemikiran dan perbuata yang terbatas yakni perbuatan dari dirinya yang belum bersumber 100% karena Allah dengan kata lain perbuatannya masih ada unsur sifat riya', ujub dan sum'ah atau keturunannya dai sifat ini.
Mohon maaf... inilah sekedar pemikiran kebodohan saya...dan pemikiran dari pikiran saya yang masih banyak dosa... dan belum ikhlas 100% karena Allah ta'ala. semoga kalian semua dapat lebeih baik dari saya dala explorasi pikiran kita untuk berbakti dan ikhlas pada Allah 100%.
clip_image002[8]
Kiriman 53
Anda menulispada 13 September 2009 jam 17:02
@ Mas Jaienal Dharma :
Benar sekali apa yang ada tulis dan terima kasih telah menambah wawasan saya dalam explorasi pikiran saya... memang saya pernah membaca literatur yang menyebut demikian yaitu dari buku-buku extrim tentang islam karangan senok horganye yaitu pemikir islam dari belanda untuk menjajah mental orang islam di indonesia.
memang kata Allah memiliki arti tentang yang disembah, tentang yang dijunjung tinggi, bahkan Allah sendiri telah berfirman dalam surat Al-Fatihah juga demikian yaitu.... Bismillah..........dengan nama Allah.... Allah saja telah menamai diriNya sindiri dengan nama Allah, artinya yang menamai Allah itu adalah Allah sendiri....tetapi mengapa Allah dikasih nama Allah oleh Allah, itu berarti bukan kita tidak boleh tahu rahasia Allah, justru karena kita diberi alat yang disebut pikiran maka bagi yang mampu dan berusaha untuk mampu dan bagi pikiran yang tidak terjajah oleh kebodohan sebenarnya oleh Allah disuruh untuk berfikir tentang hal ini, agar iman dan kita dapat berbakti kepada Allah hingga 100%.
clip_image002[9]
Kiriman 54
Anda menulispada 13 September 2009 jam 17:14
@ Mas Anang Sa
Wah senang sekali kalau saya dapat bersilaturrahmi ke mojokerta, aku juga punya kakek i mojokerto tepatnya di desa ghedek disitu ada pondok kecil namanya USTAS AMAD atau Mbak mat... aku sering kesana dan punya anak jadi pengajar di tebu ireng namanya ustad Fuad...
Apa dekat dengan desa ghedek mas...?
memang betul apa yang dikatan mas Anang Sa.. bahwa kata Allah itu dapat dimaknai dan diterjemahkan oleh bahasa jawa sebenarnya semua bahasa mampu mengartikan nama Allah dan ini sudah diatur oleh Allah sendiri, bahkan bahasa english pun juga mampu mengartikan nama Allah... karena semua bahasa di dunia ini kan lahir dari pikiran manusia dan pikiran manusia itu dicipta oleh Allah artinya kata Allah itu juga mampu dan telah diartikan dari seluruh bahasa manusia bahkan bahasa tumbuhan, hewan jin dan malaikat juga telah diatur oleh Allah...
kalau boleh silaturahmi saya Insya Allah kalau kerumah kakek saya tak mampirmas lebaran ini... insya Allah....
clip_image024[3]
Kiriman 55
Anang Sa menulispada 13 September 2009 jam 20:18
Buat Mas Imron,... memang kalo mbahas ini kalo cuman lewat tulisan sulit ketemunya, syukur kalo njenengan bisa mampir ke kranggan mojokerto, biar nanti gamblang, ibarat orang jalan mentok nyampek tujuan, tulisan tidak bisa/ tdk cukup mewakili semuanya.
apa yang tertuang disini sangat terbatas untuk mewakili apa yang ada, apalagi untuk mbahas masalah ketuhanan, kalo di omong aja nama Allah ini ndak cukup hanya 1-2 jam. itu baru nama /asma, belum lagi sifat dan af'al Allah sendiri. sulit..?? ..Tidak sama sekali, mudah asal kita mau dan tidak tertutup egoisme ("merasa" benar sendiri).
silakan kalo berkenan mampir atau silakan kirim alamat email njenengan, nanti bisa kasih no.telp nya. email saya : anang.ahmadi@gmail.com
Buat rekan2 yang lain yg mau untuk sharing silakan aja, mampir ke kranggan Mojokerto..sekali mampir pasti ketagihan ha..ha...(kaya restouran aja ya )
salam hangat dan persaudaraan semua !
clip_image002[10]
Kiriman 56
Anda menulispada 13 September 2009 jam 22:26
Ok... mas Anang senang atas undangannya... Insya Allah saya sangat ingin kesana dalam rangka tholabul ilmi. kalau boleh juga bisa email ke alamatku
m.imron@windowslive.com
atau kirim ke blogku http://www.imronpribadi.blogspot.com
Share this article :

0 komentar:

Google+ Followers

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © Nopember 2010. MAKRIFAT LIBERAL - All Rights Reserved
Template Created by M Imron Pribadi Published by Makrifat Business Online - Offline
Proudly powered by imronpribadi